Gaya APA

SJ, J, D., (ed), L, L, L. (2006). Menjadi garam dunia sejati Mengembangkan sikap lepas bebas, memiliki kesetiaan yang lebih, melakukan refleksi iman, menanggapi gerak roh Allah, mencari terus menerus, menuju arah pengharapan kristiani, membangun kerajaan Allah, mengalami kehadiran Allah, mengenal Allah lewat pengalaman, mencari Allah dalam dunia modern, mengalami Allah sebagai Bapa kebaikan abadi, menerima sesama sebagai saudara dari anak-anak Bapa, mengalami misteri tritunggal maha kudus, mengalami Allah dalam hidup, mati dan bangkit manusia, berjalan sembari membuka jalan, memperdalam musyawarah kehidupan dan karya bersama rakyat kecil, saling mengembangkan dalam musyawarah, mengembangkan sikap lepas bebas, mengasah hati nurani, belajar menanggapi gerakan roh dari hidup bunda Maria, membangun suara hati dalam bisnis, mengenal Yesus yang sesungguhnya, menghayati ekaristi sebagai sumber hidup, menghayati injil dalam budaya, membangun budaya musyawarah, berkembang dalam iman, menjadi teman dialog Allah tritunggal, menjadi manusia bebas, melayani sesama, memuliakan Allah, menjadi citra Allah . : .

Gaya MLA

SJ, Johannes, Dijkstra,., (ed), L., Ludin, Lubis. "Menjadi garam dunia sejati Mengembangkan sikap lepas bebas, memiliki kesetiaan yang lebih, melakukan refleksi iman, menanggapi gerak roh Allah, mencari terus menerus, menuju arah pengharapan kristiani, membangun kerajaan Allah, mengalami kehadiran Allah, mengenal Allah lewat pengalaman, mencari Allah dalam dunia modern, mengalami Allah sebagai Bapa kebaikan abadi, menerima sesama sebagai saudara dari anak-anak Bapa, mengalami misteri tritunggal maha kudus, mengalami Allah dalam hidup, mati dan bangkit manusia, berjalan sembari membuka jalan, memperdalam musyawarah kehidupan dan karya bersama rakyat kecil, saling mengembangkan dalam musyawarah, mengembangkan sikap lepas bebas, mengasah hati nurani, belajar menanggapi gerakan roh dari hidup bunda Maria, membangun suara hati dalam bisnis, mengenal Yesus yang sesungguhnya, menghayati ekaristi sebagai sumber hidup, menghayati injil dalam budaya, membangun budaya musyawarah, berkembang dalam iman, menjadi teman dialog Allah tritunggal, menjadi manusia bebas, melayani sesama, memuliakan Allah, menjadi citra Allah". : , 2006. Text.