Buku monumental karya G.W.F. Hegel ini mengkaji sejarah dunia bukan sekadar sebagai kumpulan fakta masa lalu, melainkan sebagai proses rasional yang bergerak secara dialektis. Melalui pendekatan idealisme spekulatif, Hegel memaparkan bahwa sejarah merupakan perwujudan dari perkembangan Akal Budi dan Roh Dunia (Geist) yang bergerak menuju realisasi kebebasan manusia yang utuh. Pemikiran dalam bu…
Buku ini menawarkan rekonstruksi kritis terhadap epistemologi dan metodologi filsafat melalui kacamata dekolonisasi. Prof. Armada Riyanto menggugat dominasi cara pandang Barat dalam memahami identitas, kekuasaan, dan liyan (the other). Penulis mengartikulasikan kembali kesadaran tentang "Societas Kita" yang berakar pada lokalitas dan pengalaman orisinal keindonesiaan. Karya ini menjadi referens…
Buku ini mengkaji filsafat kebudayaan dalam kaitannya dengan pembentukan watak dan martabat manusia melalui proses humanisasi. Penulis memetakan bagaimana kebudayaan bukan sekadar warisan tradisi atau ekspresi seni, melainkan sebuah ruang reflektif dan dinamis tempat manusia menemukan serta merealisasikan potensi dirinya secara utuh. Melalui perpaduan perspektif antropologi budaya yang mendalam…
Memaparkan khazanah dan butir-butir kebudayaan Jawa yang kaya akan nilai filosofis, mistis, dan spiritual. Prof. Dr. Suwardi Endraswara mengupas tuntas pandangan hidup masyarakat Jawa tradisional yang berakar pada inti filsafat kejawen, seperti konsep keselarasan, mancapat, hingga prinsip luhur dalam bertindak. Ditulis dengan gaya populer dan estetis, karya ini berfungsi sebagai refleksi budaya…
Buku ini merupakan panduan akademis yang dirancang untuk memetakan arsitektur dan anatomi penelitian di bidang filsafat dan teologi. Prof. Armada Riyanto menghadirkan model "metodologi pemantik" sebagai stimulus bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk merumuskan masalah-masalah eksistensial, menginterpretasikan teks, serta menganalisis fenomena kehidupan. Buku ini menguraikan tahapan-tah…
Menyajikan refleksi eksistensial mengenai peziarahan manusia dalam bingkai filsafat-teologi sehari-hari. Melalui pendekatan fenomenologis, Armada Riyanto mengurai bahwa "menjadi-mencintai" merupakan kodrat terdalam dari mengada (being) manusia. Hidup keseharian tidak dipandang sebagai rutinitas belaka, melainkan sebagai sumber pengetahuan dan panorama tempat manusia melangkah, mentransendensi d…